Dongeng anak Putri Duyung Sirena berasal dari negara Guam. Menurut cerita, Sirena adalah seorang gadis cantik. Sirena sangat senang berenang di sungai. Ibunya sering memarahi Sirena, karena Ia sering menghabiskan waktu berjam-jam berenang di sungai. Ibunya berharap agar Sirena membantu pekerjaan rumah.
“Engkau sudah besar Sirena. Sudah sepantasnya Engkau bekerja membantu pekerjaan Ibu di rumah.” kata ibunya kepada Sirena.
Namun Sirena tidak pernah mendengarkan nasihat ibunya. Ia selalu saja menghabiskan sebagian besar waktunya di sungai, bermain bersama teman-temannya.
Suatu hari, persediaan arang di rumah telah habis. Ibunya meminta Sirena untuk membeli arang. “Sirena, kali ini tolonglah ibu. Belilah arang di pasar untuk ibu gunakan memasak di dapur. Jika tak mau membantu, kita tidak bisa makan hari ini.”
Karena terpaksa, akhirnya Sirena pergi ke pasar untuk membeli arang. Kebetulan jalan dari rumahnya menuju pasar penjual arang, melewati sungai. Saat itu teman-temannya tengah bermain di sungai. Mereka memanggil-manggil Sirena mengajaknya bermain. “Sirena! Kemarilah bermain bersama kami.”
“Aduh bagaimana ya? Aku harus membeli arang ke pasar. Kalau tidak, hari ini kami tak bisa makan.” jawab Sirena.
“Sebentar saja Sirena. Ibumu pasti pasti masih bisa menunggu.” bujuk teman-teman Sirena.
Karena tidak tahan, akhirnya Sirena menceburkan dirinya ke sungai. Ia bermain-main di sungai bersama teman-temannya. Tanpa sadar, Sirena menghabiskan banyak waktu di sungai, hingga melupakan tugasnya membeli arang.
Sementara ibunya di rumah menunggu dengan amat kesal. “Duh, kemana Sirena. Sudah Aku tunggu dari tadi belum datang juga. Jangan-jangan Ia bermain lagi di sungai bersama teman-temannya. Baiklah kalau begitu. Kalau memang Ia senang berenang di sungai, maka sebaiknya Ia selamanya berada di sungai.” kata ibu Sirena kesal.
Ternyata kata-katanya ibunya adalah doa. Tanpa disadari, Sirena saat itu tengah mandi di sungai, perlahan-lahan tubuhnya berubah menjadi ikan. Sejak saat itu, Sirena berubah menjadi Putri Duyung. Ia kemudian berenang ke laut & tidak pernah kembali ke rumahnya.
Referensi:
Referensi:
- Damayanti, Astri, 2014, Dongeng Klasik 5 Benua, Jakarta: Penerbit Bestari Buana Murni.
Anda baru saja membaca Putri Duyung Sirena, Dongeng Anak Guam. Jika memiliki pertanyaan atau komentar mengenai cerita rakyat ini, silahkan tulis pada bagian komentar di bawah. Terima kasih telah mengunjungi caritasato.blogspot.com.
Jika anda menyukai dongeng anak ini, silahkan bagikan melalui e-mail, media sosial atau melalui situs web lainnya. Jangan lupa untuk menyertakan link balik ke caritasato.blogspot.com. Silahkan baca juga dongeng anak lainnya:
- Asal Mula Kelompen, dongeng anak Belanda
- Putri Tidur, dongeng anak Prancis
- Rusa Bermata Biru, dongeng anak Amerika
- Putri Duyung Sirena, dongeng anak Guam
- Menimbang Gajah, dongeng anak Tiongkok
- Asal Mula Rodeo, dongeng anak Amerika
- Raja Bertanduk, dongeng anak Filipina
- Pemburu dan Burung Snipe, dongeng anak Norwegia
- Air Mata Putri Tislet, dongeng anak Maroko
- Pemburu dan Gorila, dongeng anak Kongo
- Kisah Momotaro, dongeng anak Jepang
- Asal Mula Danau Narran, dongeng anak Australia
- Kisah Alibaba, dongeng anak Iran
- Asal Mula Pohon Kelapa, dongeng anak Chamorro
- Pohon Kacang Ajaib, dongeng anak Inggris
- Murid-Murid Guru Gampar, dongeng anak Malaysia
- Khek Dan Keledai, dongeng anak Kamboja
- Ikan Untuk Raja, dongeng anak Irak
- Asal Mula Singapura, dongeng anak Singapura
- Penyebab Air Laut Asin, dongeng anak Korea
- Guru Goso, dongeng anak Tanzania
- Beruang Menari, dongeng anak Jerman
- Urashima Taro, dongeng anak Jepang
- Matahari dan Angin, dongeng anak Amerika
- Berebut Kue, dongeng anak Nigeria
- Tigran dan Ikan Kecil, dongeng anak Armenia
- Si Kepala Tebal, dongeng anak Kanada
- Pelikan Desa Kabrau, dongeng anak Afrika Tengah
Labels:
Dongeng Anak

0 Komentar untuk "Putri Duyung Sirena, Dongeng Anak Guam"